Pengunjung

Senin, 14 Maret 2011

Nissan March Rajanya Mobil Perkotaan

Jakarta - Pasar mobil perkotaan alias city car terbukti paling atraktif dibanding segmen mobil lainnya. Penguasa segmen ini selalu berubah dari tahun ke tahun.
Memasuki bulan kedua 2011, pendatang baru Nissan di kelas city car yakni March berhasil mempecundangi kompetitornya di tanah air.
Nissan March menyodok ke posisi pertama dalam peta penjualan mobil city
car di Februari 2011 melewati Suzuki Splash. Splash sebelumnya menjadi city car terlaris pada bulan September 2010 setelah menggusur dominasi KIA Picanto.
Seperti dikutip dari data Gaikindo yang diterima detikOto, Senin (14/3/2011) di Februari 2011 Nissan March berhasil terjual sebanyak 1.394 unit. Sementara Suzuki Splash hanya mencatat penjualan sebanyak 549 unit.
Sedangkan model Suzuki lainnya yakni Karimun Estilo hanya mencatat penjualan sebanyak 468 unit. Dan mobil city car dari negeri Paman Sam yaitu Chevrolet New Spark hanya terjual sebanyak 84 unit.
Dalam peta penjualan city car di Indonesia, Nissan March seperti berhasil
menciptakan iklim baru di tanah air. Penjualan mobil dengan mesin kapasitas
1.200 cc 3 silinder itu jauh meninggalkan penjualan rival-rivalnya yang hanya mencatat penjualan tidak lebih dari 600 unit.
Dan mobil asal Korea Hyundai i10 hanya terjual sebanyak 63 unit, Chery QQ 39 unit. Dan di bulan kedua 2011, nasib sial menimpa KIA dengan Picanto. Sebab mobil tersebut hanya terlego sebanyak 2 unit, padahal di bulan lalu sudah ada sekitar 278 unit Picanto yang terkirim. Dan Proton Savy lebih buruk lagi dengan mencatat angka penjualan nihil di Februari 2011. [R/dtc]

Petani Tembakau Tolak RPP

Kendal - Para petani tembakau, yang tergabung dalam Serikat Petani Tembakau Lereng Prau (SPTLP) Kendal menyatakan sikap menolah Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pertembakauan. RPP yang sedianya akan disahkan oleh presiden pada bulan Maret tahun ini, dianggap akan merugikan dan mematikan usaha para patani tembakau lokal. Maka untuk itu, para petani tembakau Kendal menuntut agar Pemkab Kendal bisa memberikan sikap resmi guna menolak rencana tersebut. Seperti disampaikan dalam surat tertulis yang diajukan ke Ketua DPRD serta Bupati Kendal.
Serikat Petani Tembakau berharap, RPP tersebut tidak jadi disahkan. "RPP diantaranya mengatur tentang pembatasan penggunaan tembakau di setiap daerah. Dengan dalih kesehatan, pemerintah telah menuduh rokok sebagai penyebab penyakit kanker. Jika RPP ini disahkan, akan banyak petani tembakau yang kehilangan mata pencaharian," tegas Elen Kurnialis, sekretaris Serikat Petani Tembakau Lereng Prau (SPTLP) Kendal.
Suyatno, ketua SPTLP menambahkan, pihaknya berharap Bupati maupun ketua DPRD Kendal bisa melaksanakan audiensi dengan perwakilan petani tembakau yang ada di wilayah Kendal. Harapannya, agar Pemkab bisa melindungi kepentingan petani kecil, yang terancam kehilangan mata pencaharioan jika RPP ini disahkan.
"Fasilitas pemerintah dengan usulan konversi tanaman tembakau ke tanaman lain, tidak cukup memberi jawaban atas permasalahan. Di lahan kering yang ada di wilayah bagian atas Kendal, belum ada yang bisa mengganti tanaman tembakau dan cengkeh. Baik secara ekonomis maupun produktifitasnya. Dampak ekonomi akan terasa jika RPP ini benar-benar disahkan," tegasnya. [R/CN]

Marem Khawatirkan Tragedi PLTN Jepang

Kudus - Keadaan darurat nuklir di Jepang mengingatkan pada peristiwa kecelakaan pembangkit listrik nuklir di Chernobyl, Ukraina, pada 26 April 1986. Beberapa efek kesehatan yang dialami korban radiasi nuklir, antara lain terkena kanker. Korban yang langsung terpapar radiasi terkena sindrom akut radiasi atau ARS. Biasanya bisa meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah ledakan.
Peristiwaa "kiamat" lingkungan yang terjadi di ukraina ketika reaktor Chernobyl meladak yang akhirnya mencemari lingkungan, tidak kurang kawasan seluar 1000 km2 tercemar radioaktif. Dan sampai saat ini kota Priviat di Ukraina  tersebut masih menjadi wilayah kosong tidak berpenghuni karena tingginya cemaran radioaktif. Hal itulah yang dikhawatirkan oleh aktivis lingkungan akan melanda Indonesia ketika membangun PLTN, sementara potensi besar green energy terabaikan.
"Belajar dari pengalaman yang baru saja kita saksikan bersama tentang bencana yang dapat ditimbulkan oleh kecelakaan reaktor PLTN, sudah sepatutnya Pemerintah Indonesia menimbang dengan lebih cermat dan bijaksana dalam merencanakan pembangunan PLTN di Semenanjung Muria maupun daerah lain di Indonesia," tegas Sekretaris Jendral Masyarakat Reksa Bumi (Marem), Yohannes Suparmin, melalui siaran persnya Senin (14/3) siang ini.
Marem, lanjutnya, menyarankan agar penguasa negeri ini dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki negeri ini untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri sambil mengembangkan energi baru yang berbasis pada green energy adalah solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. [R/CN]

Microsoft Kinect Alat Elektronik Terlaris di Dunia

GUINESS World Records secara resmi mengumumkan asesoris untuk Xbox, Microsoft Kinect, sebagai perangkat elektronik paling laku saat ini. Hal itu diungkapkan Gaz Deaves, Editor Guiness World Records 2011 Gamer's Edition.
"Tidak ada perangkat elektronik yang bisa terjual lebih cepat daripada perangkat ini dalam jangka waktu 60 hari sejak diluncurkannya," tutur Deaves.
Microsoft Kinect, menurut pantau Guiness World, rata-rata terjual sebanyak 133.333 unit per hari atau total sebanyak 8 juta unit dalam dua bulan. Ini berarti mengungguli penjualan Apple iPad maupun iPhone dalam 60 hari penjualannya.
Kinect sempat dinyatakan sebagai produk gagal, namun akhirnya mampu menarik minat pecinta game yang menginginkan revolusi aplikasi permainan yang sudah ada.
Melalui pendekatan futuristik, Kinect mampu menyihir peminatnya untuk bermain dan berolah raga dengan asesoris sensor gerakan interaktif ini. [R/CN]

Jalamuria Audienasi di Jakarta Tolak PLTN


Jakarta – Sejumlah tokoh intelektual, tokoh masyarakat, dan aktivis yang menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria melakukan audiensi dengan Insitusi Pemerintah dan organisasi masyarakat tingkat nasional di Jakarta, belum lama ini.
Audiensi bertujuan menjalin silaturahim dengan pejabat institusi dan organisasi masyarakat di Jakarta, menyosialisasikan aspirasi dan perkembangan gerakan masyarakat kawasan pegunungan Muria tentang PLTN, serta mencari dukungan moral dan politik atas sikap masyarakat pegunungan muria yang menolak pembangunan PLTN.
Mereka yang mengikuti audiensi adalah KH. Nuruddin Amin (PCNU Jepara), Ustadz Nasrullah Huda (LBMNU Jepara), Lilo Sunaryo PhD (Marem), Muid (LPP-NU), Imam Arifin (PMB Jepara), Muhammadun Sanomae (Suara Merdeka), Zakaria Anshory (Garda Muria), Pendeta Danang Kristiswan (GTIJ Jepara), serta Arhab  (PC PMII Jepara).
Selain itu, ada Lutfi Rahman (Sapa Nusantara), Anis Sholeh Ba’azin (Pati), Rois Nur (SPI Kudus), Karim Abdul Jabbar (Lesbumi), Luqman Hakim (Lemper), Marwan Ardiansyah (Lemper), Abdul Jalil, M.Ag (PWNU Jateng), KH. Najib Hasan (PCNU Kudus), Gus Muhammad Alamul Yaqin (Marem), Yohanes ‘Keceng’ Suparmin (Marem), Gunretno (SPI Pati), KH. Ali Masyhar (PCNU Pati), KH. Abi Jamroh (Katib Syuriah PCNU Jepara), dan Pendeta Djoko Prijatno (PGMW IV GKMNI).
Di Jakarta, intelektual, tokoh masyarakat dan para aktivis itu melakukan audiensi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sekretariat Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Komisi VII DPR RI, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dan Rumah Kebohongan Maarif Institute. [R]

Menu Iga Sapi dan Lainnya di Jalan By Pass Cepu

Mau merasakan nikmatnya sup iga sapi spesial? Datanglah di warung makan Warna-Warni 2 yang berada di Jalan Pramuka atau Jalan By Pass, Cepu. Di sana, Budi Santoso (45) dan Praptiningtyas (40), siap meracikkan menu yang sangat menggugah selera.
Kipiawaian pasangan suami-istri yang juga pemilik warung makan Warna-Warni 1 di Jalan Pemuda No 45 B Cepu, dalam meracik bumbu, tak perlu diragukan. Sup iga sapi hanya salah satu menu yang ditawarkan, karena ada juga iga bakar, dan menu lain yang akan membuat lidah ketagihan.
Cha daun kaisar, berbagai menu ikan bakar, udang bakar, mie kuah, juga asem-asem, semua disediakan. "Tamu dari ExxonMobile sering sekali dimasakkan nasi goreng sea food dan cap jay goreng spesial," kata Praptiningtyas.
Ibu satu putra ini mengatakan, banyak para pejabat dan pegawai ExxonMobile yang sering makan di warungnya, termasuk pegawainya yang berasal dari luar negeri. "Orang-orang ExxonMobile sering datang ke sini. Termasuk pegawai asal luara negeri juga sering datang," terangnya.
Karena kalau datang secara berombongan, biasanya mereka kontak dulu, sehingga tidak perlu menunggu lama. "Kalau partai besar bisa booking terlebih dahulu, paling tidak, dua jam sebelum datang, agar kami bisa segera mempersiapkan masakan yang diinginkan," tutur Praptiningtyas yang disambut anggukan Budi Santoso, suaminya.

Semua Kalangan
Meski banyak tamu (pengunjung warung-Red) dari ExxonMobile, tetapi itu bukan berarti harga yang ditawarkan oleh warung makan di tengah sawah dengan pagar samping berupa bambu panda, ini hanya untuk kalangan orang berduit saja.
"Kami tidak cuma melayani pembeli dari kalangan atas saja, tetapi juga menengah ke bawah. Mengenai tempat, kami sengaja mendirikan warung ini di tengah sawah, karena akan memberikan suasana lain bagi pelanggan," terang Budi Santoso.
Buka dari pukul 08.00 - 20.00, dengan menu yang selalu baru. "Kami selalu menyediakan menu baru. Makanan fresh semua. Ini komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima kepada semua pelanggan yang datang."
Berdiri pada Oktober 2007, kini warung makan milik orang tua Riko Santoso (18), ini dibantu dua orang pegawai dalam pengelolaannya. Ide pendirian warung makan ini, diinspirasi setelah gagal berulangkali dalam usaha, terutama di bidang perkayuan.
"Setelah gagal usaha di bidang kayu, kami tetap berpegang pada prinsip bahwa orang harus bertahan dulu dalam hidup, sembari bepikir untuk maju. Lambat laun, akhirnya terpikirlah untuk mendirikan warung makan ini," kata Budi Santoso. (Rosidi)

Minggu, 13 Maret 2011

Aqua Tanam 6.000 Pohon

Wonosobo - Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup, PT Tirta Investama (Aqua) Wonosobo, Sabtu (12/3/2011) melakukan penanaman pohon sebanyak 6.000 buah di kawasan Kelurahan Kejiwan, Kecamatan Wonosobo. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dirintis sejak tahun 2008.
Vice Presiden PT TI Parmaningsih Hadinegoro mengaku bangga atas antusiasme masyarakat dalam mendukung kegiatan itu. "Acara ini tidak sekadar menanam, tetapisekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan men-support dana Rp 500 juta bagi industri kecil rumahan." 
Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif memberikan apresiasi atas kerjasama yang terbangun antara Pemkab dan Aqua. Kerjasama itu menurutnya perlu ditindaklanjuti, apalagi di Wonosobo sendiri, ada program kelompok bibit sekolah (KBS). 
"Pada semester I Tahun 2011 ini,  kami akan mensosialisasikan pada kepala sekolah se Kabupaten Wonosobo terkait pengadaan bibit bergilir yang melibatkan dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) serta dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora)," tegasnya. (R/Yudi]