Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Melongok Ikon Batik Wonosobo Yohana di Kertek

- Terus Kembangkan Kreasi Dengan Melihat Mode Kekinian

Griya batik Kembangkeli milik Yohana di Kertek ini telah populer dimana-mana. Kesuksesan tersebut tak lepas dari kerja kerasnya mengeksplorasi seni batik tulis. Tawaran motif carica, purwaceng, Candi Dieng dan lain sebagai ikon kabupaten Wonosobo menjadi daya tarik dan tawaran bagi konsumen. Bahkan kini perempuan kelahiran 17 Mei 1973 ini terus eksis berkarya.


Wonosobo - Lentik jari remaja itu menorehkan guratan diatas kain putih. Matanya mengamat tajam tiap lekuk dengan hasil yang digoreskan. Salah satu anak didik Yohana ini sesekali menyibat lembaran kain setelah beberapa sentimeter lukisan batik berhasil dia torehkan. Itulah sekelumit gambaran aktivitas rumah batik tulis Kembangkeli di rumah Yohana jalan Parakan nomor 258 Campursari Kertek.
Menurut Yohana upaya untuk mempromosikan kain batik Kembangkeli sudah dikenal masyarakat Wonosobo. Perempuan berusia kepala 40 an ini memiliki obsesi bahwa batik Kembangkeli nantinya tidak hanya terkenal di Indonesia namun merambah sampai luar negeri.
Sarjana Sains (SSi) program studi Biologi Universitas Duta Wacana Yogyakarta ini berpendapat kain batik Wonosobo merupakan potensi lokal yang dapat mengangkat derajat daerah Wonosobo di kancah nasional dan internasional. Sebab, punya ciri khas sendiri.
Secara ekonomi, industri kreatif pembuatan batik, juga menguntungkan. Itu ditandai dengan permintaan seragam batik maupun batik kasual yang kini tengah menjadi trend di mana-mana.
"Jika dulu batik hanya disenangi kalangan tua dan tradisional. Kini batik sudah mulai digandrungi kalangan muda dengan motif-motif modern dan khas daerah", ucap Yohana.
Mantan aktifitas LSM yang pernah bercita-cita jadi guru ini mengaku semula hanya memiliki bekal ilmu di Universitas Terbutka (UT). Yakni ilmu pendidikan biologi. Namun setelah mengikuti praktik mengajar di SMA Kristen Wonosobo dia mengaku ingi keterusan mengajari.
“Karena tak bakat ngajar saya kemudian mengambil studi ketrampilan di jurusan Desain Fashion di LP PAPMI Jogjakarta,” tuturnya sambil terkekeh.
Berbekal ilmu dari tempat itulah Yohana benar-benar kepincut dengan duni fashion. Perempuan yang selalu murah senyum ini beberapa kali telah juga melakukan studi lapangan dan mengikuti seminar tentang mode dan fashion.
“Awalnya saya mencoba mengembangkan mode kasual berbahan kain blacu (unbleached fabric/grey). Kain blacu itu saya padu dengan pernik-pernik batik,” ujarnya. Lantaran tak puas dengan blacu Yohana mengembangkan batik khas Wonosobo pada tahun 2007. Batik Kembang Keli ia launchingkan.Sentuhan tangan kreatif yang dilakukan putri bungsu pasangan almarhum Sudiyono dan Rastati ini, kini mulai membuahkan hasil. Para pemesan batiknya tidak hanya dari Wonosobo namun juga dari luar daerah.
Dalam kilas balik berdirinya batik Kembangkeli, lanjut dia seetidaknya pernah di tampilkan pada acara proklamasi Indonesia Award dan Nasional Cultur Show di Semarang bersama Exsis modeling Bayu Ramli.
“Saya bersyukur karena dinobatkan menjadi the best desainer,” ucapnya bangga.
Kiprah dari Yohana tidak hanya itu saja. Dia juga mengaku pernah di Trens News Year Model di Jogjakarta. Dalam waktu tak lama lagi batik kembangkeli karyanya bakal ditampilkan dalam acara Kampung Lerep bersama perancanag model beken dari kota gudeg dan lumpia.
“Kalau di lokalan Wonosobo tak terhitung jumlahnya,” ujar Yohana menjelaskan.
Yohana mengaku benar-benar piawai memoles batik kain basah selepas mengikuti pelatihan penguasaan gallery boutique dan artshop di Jogja Tourism Training Centtre yang diselenggarakan Disperindag Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga ikut pelatihan e-commerce dan promosi produk UKM.
Dibantu tujuh karyawannya kini batiknya terus berinofasi menyelaraskan gaya-gaya pakaian yang lagi ngetren. Itu dia desain sendiri. Namun khusus untuk proses chanting, pewarnaan dan yang lain Yohana mengaku dikerjakan karyawannya.
“Sebulan bisa 20 potong batik kami buat. Yang lagi unik motif limited edition (atau edisi terbatas). Harga kami patok per potong kain Rp 85.000 - Rp 250.000,tergantung dari motif dan bahan yang digunakan,” pungkas dia. [R/Yudi]

Rabu, 11 Mei 2011

Pemerintah Belum Berniat Naikkan Harga BBM

Jakarta - Pemerintah belum berniat menaikan harga BBM meskipun harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price) sudah naik 10% dari asumsi APBN yang ditetapkan sebesar 80 dolar AS per barel. Padahal, dalam APBN 2011 pemerintah diperkenankan menaikan harga BBM jika perubahan ICP mencapai 10% dari asumsi awal atau mencapai 88 dolar AS per barel.
"Kalau harga naik 10 % rata-rata, kami diperkenankan menaikkan harga BBM. Tapi kami juga tahu sedang memerangi inflasi, menjaga daya beli masyarakat. Jadi kami mesti cari satu keputusan yang paling baik," papar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (11/5).
Agus juga menegaskan pemerintah akan tetap mengelola APBN dengan cara sebaik-baiknya di tengah kenaikan harga minyak. Sebelumnya, pemerintah dan DPR dijadwalkan membicarakan opsi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar pada akhir Mei 2011.
Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rata-rata ICP selama satu tahun terakhir atau periode Mei 2010-April 2011 sudah mencapai 90 dolar AS per barrel. Berdasarkan catatan Tim Harga BBM Kementerian ESDM, harga rata-rata ICP selama setahun yakni periode Mei 2010 hingga April 2011 telah mencapai 89,52 dolar AS per barel.
Dengan rincian pada Mei 2010 ICP tercatat 77,02 dolar AS per barrel, Juni 75,27 dolar AS, Juli 73,75 dolar AS, Agustus 75,97 dolar AS, September 76,76 dolar AS dan Oktober 82,26 dolar AS.
Selanjutnya November 2010 sebesar 85,07 dolar AS per barrel, Desember 91,37 dolar AS, Januari 2011 97,09 dolar AS, Februari 103,31 dolar AS, Maret 113,07 dolar AS dan April 123,36 dolar AS per barrel. [R/CN]

Kamis, 05 Mei 2011

TKI Kirim Uang Hingga Rp 14 Triliun Selama Triwulan I-2011

Jakarta - Pengiriman uang (remitansi) dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama kuartal I-2011 mencapai US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Rata-rata TKI mengirimkan uang sebesar US$ 500 miliar atau sekitar Rp 4,5 triliun per bulan ke Indonesia.
Menurut data Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Jumat (6/5/2011), TKI dari kawasan Asia menjadi penyumbang terbesar jasa remitansi dimana sampai dengan Maret 2011 telah mencapai US$ 956,3 juta.
Dikawasan Asia, TKI di negara Malaysia menjadi penyumbang jasa remintasi terbesar dimana mencapai US$ 575 juta selama kuartal I-2011. Sedangkan untuk negara kawasan Timur Tengah dan Afrika totalnya mencapai US$ 683 juta. Diikuti oleh TKI di kawasan Amerika, Eropa sekaligus Australia yang masing-masing mencapai US$ 23 juta dan US$
4,5 juta.
Selama tahun 2010 BI mencatat jasa remintasi mencapai US$ 6,73 miliar atau sekitar Rp 60 triliun. Angka tersebut hanya meningkat 1,8 % dari tahun 2009 yang sebesar US$ 6,61 miliar. Remitansi terbesar dikirimkan oleh TKI wilayah Asia yang sebanyak US$ 3,77 miliar pada periode tersebut.
Bank sentral juga mencatat jumlah TKI yang mencari nafkah di luar negeri selama kuartal I-2011 mencapai 48.000. TKI terbanyak terdapat di Arab Saudi dimana mencapai 17.890 orang. Disusul negara Malaysia yang mencapai 9.008 orang.
Dari negara penempatannya, TKI masih dominan di kawasan Timur Tengah dan Afrika mencapai 24.347. Sedangkan di Asia mencapai 23.016 orang. [R/dtc]

Jangan Mau Diperas Oknum PLN dan Calo Listrik!

Jakarta - Banyak masyarakat yang masih diperas jutaan rupiah oleh oknum PLN serta calo listrik untuk penyampungan daya listrik baru. Untuk menangani ini kuncinya hanya satu: Jangan Mau!
Imbauan itu ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan kepada detikFinance, Jumat (6/5/2011) menanggapi keluhan masyarakat di daerah yang 'dikerjai' oleh oknum PLN dan calo.
"Jangan mau! langsung saja ke kantor atau loket PLN. Pasti disambung. Apalagi bulan depan PLN akan melakukan program sehari menyambung satu juta sambungan," tutur Dahlan.
Dahlan mengimbau masyarakat untuk tidak memasang sambungan listrik baru lewat calo. "Jangan lewat calo apakah dia karyawan kontrakan PLN maupun mitra kerja PLN," tegas Dahlan.
Dikatakan Dahlan, tahun ini PLN bertekad untuk menyelesaikan seluruh daftar tunggu sambungan listrik baru se-Indonesia. "Jadi daftar tunggu yang mencapai 3 juta orang itu harus sudah habis tahun ini," imbuh Dahlan.
Namun Dahlan mengakui, keluhan soal mahalnya biaya sambungan listrik masih terjadi di beberapa daerah. "Tapi keluhan seperti itu sudah turun drastis," tukas Dahlan.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau, Sukardi program sejuta sambungan yang diagendakan PLN secara nasional, agaknya menjadi perburuan oknum PLN dan Biro Jasa di lingkungan perusahaan plat merah tersebut.
Dia menerima pengaduan, bahwa untuk penyambungan baru daya 900 watt dimintai uang minimal Rp 5 juta. Ini dilakukan para oknum biro jasa dilingkup PLN. [R/dtc]

Tawaran Kerjasama dari Negeri Sakura

- Kirim Jamur Krispi

Blora - UD Sarana Berkah Mulia yang berada di RT 03 RW II Desa Wantilgung, Kecamatan Ngawen, yang dirintis oleh Heni Pudjiwati, mendapatkan tawaran order untuk mengirim jamur kripsi ke Negeri Sakura; Jepang.
Order tersebut dari salah satu temannya di Pemalang yang bertemu dengannya di sebuah pelatihan di Semarang. ''Belum deal. Saat ini masih konfirmasi masalah kemasan dan standar pengolahan dari sana,'' katanya kepada Suara Merdeka, Kamis (5/5).
Dia mengutarakan, temannya yang menawarkan order saat ini juga masih mengikuti kursus pembuatan jamur krispi standar yang diminta di Jepang itu. ''Sabtu besok saya akan membicarakan lebih lanjut mengenai order ini. Kalau deal, saya juga akan diberikan pelatihan secara gratis untuk pengolahan jamur krispi,'' tambahnya.
Heni Pudjiwati adalah salah satu pengusaha penyedia jamur tiram yang paling besar di Blora. Usahanya dimulai sejak 2009, tak lama setelah mengikuti pelatihan budi daya jamur tiram di Yogyakarta.
Saat ini, usaha yang digelutinya sejak tiga tahun lalu itu, telah membuahkan hasil. Dengan tujuh karyawan yang membantunya, per hari minimal ia bisa memanen 7,5 kilogram jamur. ''Paling banyak 47 kilogram,'' jelasnya.
Selain memasarkan secara mandiri hasil panenan jamur yang dibudidayakannya, Heni juga menyediakan bibit jamur tiram yang saat ini banyak mendapatkan permintaan dari berbagai daerah. ''Selain Blora sendiri, untuk pemasaran bibit ini sudah sampai Rembang, Demak, Pati, dan Bojonegoro. Belum lama ini ada orang dari Jatirogo yang sudah survey untuk mengambil bibit dari sini,'' katanya. [R]

Senin, 25 April 2011

Bujukan Petugas SPBU Takkan Mempan Bikin Konsumen Lirik Pertamax

Jakarta - Rencana pemerintah menekan konsumsi BBM bersubsidi melalui tindakan bersifat persuasif oleh Petugas SPBU dinilai tidak akan 100% efektif membujuk konsumen beralih ke Pertamax cs.
Demikian disampaikan oleh Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Eri Purnomo Hadi ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (26/4/2011).
"Dari sisi persuasi, itu (program pelatihan petugas SPBU) nggak akan 100% efektif berhasil," terangnya.
Ia menegaskan, sulitnya keberhasilan 'Program Pertamaxisasi' itu disebabkan karena harga BBM non subsidi tersebut saat ini sangat mahal yakni di Jakarta bisa mencapai Rp 8.700 per liter. Bandingkan dengan harga BBM bersubsidi jenis premium yang hanya RP 4.500 per liter.
"Ya itu kan antara mendorong orang untuk membeli Pertamax, tapi di sisi lain, harga Pertamax masih tinggi. Itu agak susah itu," jelas Eri.
Eri menambahkan, hal tersebut sepenuhnya pun dikembalikan kepada kesadaran konsumen, dimana masing-masing konsumen memiliki interest tersendiri.
"Kita dari pihak SPBU jalani saja, itu kan juga tidak menambah biaya atau pun effort tertentu dari adanya pelatihan tersebut. Jadi itu normatif saja, itu cara marketing yang kebanyakan dilakukan korporasi," ungkap Eri.
Saat ditanya mengenai tindakan apa yang paling efektif untuk menekan konsumsi BBM bersubsidi, Eri mengatakan bahwa satu-satunya jalan adalah dengan menaikkan harga.
"Memang susah (melalui pelatihan petugas SPBU), paling efektif ya menaikkan harga (BBM bersubsidi). Tapi kalau program pelatihan ini dicoba ke SPBU tidak masalah. Itu dari segi pelatihan justru bagus dan baik untuk menambah refreshment petugas," katanya.
Sekali lagi Eri menambahkan, masalah efektifitas yang ditimbulkan melalui program Pertamaxisasi yang bersifat persuasif ini tidak akan bisa mencapai 100%. Apalagi ketika didukung dengan tingginya harga Pertamax (BBM Non Subsidi) sementara daya beli konsumen tidak meningkat.
"Ini susah, karena tidak dibarengi dengan daya beli yang meningkat," tuturnya.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengadakan pelatihan kepada para petugas SPBU di wilayah Jakarta. Pelatihan dilakukan untuk mengarahkan masyarakat mampu untuk tak membeli BBM subsidi.
Pelatihan dilaksanakan di Hotel Oasis Amir, Jakarta, Senin (25/4/2011). Ini dihadiri oleh perwakilan SPBU-SPBU di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Acara dihadiri oleh Dirjen Migas Evita Legowo dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo.
Kemudian, pelatihan yang dilakukan berupa pengarahan pelaksanaa pelatihan tenaga penyuluh lapangan pengaturan BBM bersubsidi bagi supervisor, melaksanakan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi, menjalankan teknik persuasif kepada konsumen, implementasi komunikasi dengan konsumen, hingga pengetahuan teknis terhadap produk.
Secara keseluruhan, pemerintah berencana laksanakan pelatihan ini untuk sebanyak 22 angkatan masing-masing sekitar 100 peserta yang terdiri dari supervisor SPBU dan aparatur pemerintah daerah dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sumatera. [R/dtc]

Kamis, 14 April 2011

Samijoyo All Star Luncurkan Kaus Pram

Blora - Memperingati lima tahun meninggalnya penulis dan sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer tahun ini, Samijoyo All Star Production kembali meluncurkan kaus Pram. Dalam desain kaus itu termaktub kalimat 'Sejarah Akan Membuktika: Siapa yang benar, saya atau penguasa'. Eko Arifianto, pemilik Samijoyo All Star Production, mengutarakan, kaus warna hitam hasil kreasinya itu di lempar ke pasaran dengan harga Rp 50.000. Untuk pemesanan bisa menghubungi 081328775879. [R]

Roda Perekonomian Terancam Putus Akibat Kerusakan Jalan

Jambi- Roda perekonomian di sejumlah kawasan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi terancam putus akibat kondisi jalan di daerah itu banyak yang rusak parah.
Salah satunya adalah jalan menuju Kecamatan Dendang, Kecamatan Berbak, dan sejumlah jalan menuju desa-desa di Kecamatan Muarasabak Timur.
Dari pantauan ANTARA, di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Kamis, kondisi jalan menuju Kecamatan Dendang menuju arah ibu kota kabupaten maupun Kota Jambi dikeluhkan sejumlah warga maupun sopir-sopir angkutan.
Yanto (37) salah warga Dendang yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mengaku sangat terganggu akan kondisi jalan yang ada.
Kondisi jalan sepanjang 15 kilometer itu, katanya, banyak berlubang dan berlumpur. Sehingga, tidak jarang banyak angkutan sawit maupun karet terguling yang ujung-ujungnya justru menyebabkan kerugian yang mengancam kondisi perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Di sini angkutan banyak didominasi sawit dan karet, apalagi ini jalan lintas satu-satunya yang ada di Kecamatan Dendang. Kami berharap bupati yang baru benar-benar memperhatikan kondisi jalan di Tanjabtim. Sebab, jika tidak segera diperbaiki, warga disini akan kesulitan memasarkan hasil produksi kebunnya," ujar Yanto.
Hal yang sama juga dikatakan Puji (40) salah seorang warga Kecamatan Muarasabak Timur, perempuan yang biasa berjualan disejumlah pasar di Tanjabtim ini mengaku sangat terganggu oleh kondisi jalan yang rusak.
"Sudah lama jalan di Muarasabak Timur belum diperbaiki. Padahal ini adalah jalan utama menuju beberapa daerah ekonomi," ujarnya.
Menurut Puji, Kabupaten Tanjabtim belum memiliki pusat perdagangan, sehingga, kegiatan ekonomi masyarakat berada disejumlah lokasi desa maupun kelurahan yang berbeda-beda tiap harinya.
Akibatnya, para pedagang seperti dirinya harus berpindah setiap hari sesuai jadwal pasar untuk berdagang. Kondisi tersebut, katanya, sangat terganggu oleh kondisi jalan yang rusak.
"Tapi mau bagaimana lagi, itulah jalan satu-satunya, yang jelas akibat kondisi jalan beberapa harga barang cukup tinggi untuk ongkos transportasi," katanya.
Sementara itu, Bupati Tanjabtim, Zumi Zola berjanji, pada periode masa pemerintahannya akan memfokuskan diri pada perbaikan infrastruktur jalan di daerahnya.
"Sudah saya tegaskan sejak saya dilantik kemarin, kami akan fokus pada perbaikan infrastruktur. Untuk itu, masyarakat saya harap bisa bersabar, terlebih dahulu saya akan mendata seluruh jalan dan kondisinya untuk kemudian memberlakukan percepatan peningkatan infrastruktur di Tanjung Jabung Timur," jelas bupati termuda di Indonesia ini. [R/Ant]

Rabu, 13 April 2011

BI Harus Perketat Aturan Bank Asing

Jakarta - Kasus Malinda dinilai ketua DPR RI Marzuki Alie menilai merupakan bagian kecil dari sebuah kasus perbankan. Bagi Marzuki, yang terpenting penting Bank Indonesia melakukan pembenahan peraturan, utamanya terhadap bank-bank asing.
"Bank-bank milik asing harus dilakukan penataan lebih ketat. Ini bagian kecil dari kejadian," kata Marzuki di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Marzuki mengatakan, BI harus mengatur penggunaan dan penawaran kartu kredit di mall, tidak terkecuali soal debt colector. Pasalnya, banyak sekali korban yang merupakan Warga Negara Indonesia yang uangnya habis karena ketidaktahuan para nasabah. Sebelumnya, mereka yang diiming-imingi keuntungan, yang ujung-ujungya adalah praktek penipuan.
"Ini yang harus diatur BI. Kami lihat juga banyak bank swasta yang dibeli asing beroprasi di tingkat kecamatan, di mana dalam operasionalnya lebh banyak seperti tak jauh layaknya lintah darat," keluh Marzuki.
Oleh karena itu, lanjut Marzuki, persoalan ini harus menjadi bahan Gubernur BI Darmin Nasution, untuk melakukan penataan kembali atau menyempurnakan peraturan BI. "Kami tahu ada aturan bahwa asing tidak boleh memiliki, tapi di sisi lain asing bisa membeli bank, di mana bank itu bisa menarik dana ke desa-desa," katanya. [R/CN]

Senin, 04 April 2011

Menggagas Kampung Dombos di Igirmranak Kejajar

Bermodal Kecintaan Pada Domba Telah Ada Lebih Dari 80 Peternak

Kades Igirmranak Joko Disadono tergolong sabar. Meski memimpin Desa terpencil di bawah kaki gunung perahu dengan luas kawasan desa hanya 1,10 kilometer ia tetap tak mau ketinggalan dengan para Kades desa lain yang cukup maju. Demi menciptakan kampung Domba Wonosobo (Dombos) kini bersama warga ia lagi giat-giatnya membudidayakan binatang tersebut. Bagaimana kondisinya?


Wonosobo - Hidup berada di kawasan dingin yang jarang sekali tersinari cahaya matahari tak menyurutkan Kades Igirmranak Kecamatan Kejajar menggagas kampung Dombos. Yakni sebuah kampung yang mayoritas penduduknya memelihara ternak kambing asli Wonosobo ini. Gagasan itu telah teraplikasi dari adanya 80 peternak yang memelihara lebih dari 200 ekor. Padahal jumlah kepala keluarga (KK) di desa yang letaknya cukup terpencil itu 213 KK. Bahkan penduduknya cuma 685 jiwa.
Ketika koran ini mendatangi desa tersebut binatang itu menyembur-nyemburkan ujung bibirnya. Dengan dibuatkan kandang khusus di mana letak makanan dan badan mereka dipisahkan membuat hewan berbulu putih layaknya sutra itu sangat nyaman. Apalagi di sampingnya terdapat puluhan karung rumput hijau. Tentu saja membuat binatang itu tak bosan melahap tiap kali diberi makanan.
“Ini sesuai keinginan pak bupati dan ibu wakil bupati Wonosobo yaitu menciptakan satu desa satu produk. Ya jujur saja di Desa kami memang tak memiliki kekayaan alam yang bisa dihandalakan untuk wisata namun dengan membuat kampung dombos ini orang akan tertarik untuk berbondong-bondong datang ke desa kami,” katanya sambil menunjukkan puluhan Dombos yang sedang mengembek dengan keras Kamis (31/3).
Untuk harga Dombos menurut Joko memang harganya saat ini lagi jatuh. Yakni Rp 3 juta setengah per ekor. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya hargan satu ekor dombos mencapai Rp 10 juta. Namun karena penduduk setempat telah menguatkan komitmennya memelihara Dombos hanya semata-mata berdasarkan hobi dan kecintaan pada binatang tersebut akhirnya soal harga tak menjadi kendala. Warga tetap bersemangat memelihara dombos.
“Tiap pagi warga merumput. Satu kandang pekerjaan itu bisa disokong oleh lima warga karena pemeliharaan Dombos dipelihara berdasarkan kelompok di masing-masing RT,” kata Kades yang di desanya tiap kali jam 12.00 WIB ke atas pasti turun hujan tersebut.
Meskipun kedinginan air dan udara di desa yang cukup tinggi tersebut namun dombos-dombos tampak sehat. Bulu mereka yang tebal seakan menjadi pelindung badan dari serangan hawa dingin yang tiap saat menyerang. Bahkan dari badan dombos tersebut tak menimbulkan aroma tak sedap justru malah dari binatang itu tak menimbulkan bau sama-sekali. Yang hanya bau rumput yang masih segar yang diambil pemiliknya dari kebun.
Salah seorang peternak dombos Munadhom mengaku harga anak dombos yang baru lahir sebesar Rp 500 ribu. Di kandang ternaknya terdapat 10 ekor dombos yang usianya sudah tua.”Ya tiap pagi dan sore pasti selalu dibersihkan kotorannya, diberi minum juga.Binatang ini sudah dipelihara warga Igirmranak sedari dulu,” tuturnya.
Kendati masih sebatas gagasan namun Kades Joko mengaku sudah menyiapkan lahan, kandang yang menjadi pusat penakaran ternak Dombos tersebut. Tiap kali binatang itu beranak warga disarankan tidak menjualnya supaya jumlahnya lebih banyak dan tiap rumah warga dapat memiliki dombos dengan jumlah minimal 8 ekor di kandang tiap rumah mereka. [R/Yudi]

Rabu, 30 Maret 2011

Pabrik Gula di Blora Dibangun April

Semarang - Setelah melalui beberapa tahapan survey, PT Multi Manis Mandiri yang merupakan induk perusahaan PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal dipastikan akan membangun pabrik gula baru di Kabupaten Blora. Peletakan batu pertama direncakan dilakukan pada Senin (18/4/2011) mendatang oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 triliun.
Menurut gubernur, pembangunan pabrik di Blora merupakan salah satu upaya guna mewujudkan program Jateng swasembada gula pada tahun 2013 seperti yang dicanangkan pemerintah pusat. Dirinya berharap keberadaan pabrik akan memiliki manfaat luas bagi masyarakat sekitar serta mampu meningkatkan perekonomian rakyat.
"Untuk pabrik gula di Blora segera terealisasi. Namun untuk yang di Purbalingga, masih dicari calon lokasi yang tepat karena yang diusulkan lalu berada di areal persawahan, saya belum menyetujuinya," terang Bibit usai membuka Rapat Koordinasi Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek Provinsi Jateng 2011 di Badan Diklat Jateng Rabu (30/3/2011).
Meski keberadaan pabrik gula penting, namun Bibit menginginkan kehadirannya tidak mengganggu lahan pertanian yang subur.
Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Jateng Teguh Winarno menyatakan pabrik gula akan berlokasi di Desa Tinapan Kecamatan Todanan, Blora. Areal pabrik tersebut akan berada di perbatasan Kabupaten Blora, Rembang, Grobogan, Pati, dan Kudus sehingga diharapkan mempermudah proses kedatangan tebu.
Dijelaskan, areal pabrik akan menempati lahan seluas 27 ha yang merupakan lahan kering milik Kwarcab Pramuka Blora. Karena tanah tidak boleh dijual, maka PT MMM akan meruislag lokasi tersebut dengan lahan baru sesuai permintaan Kwarcab Pramuka.
"Persoalan lahan sudah dibicarakan, tidak ada masalah dan pemerintah daerah juga mendukung. Pabrik diharapkan sudah bisa berproduksi pada akhir 2013 mendatang," terang Teguh.
Dijelaskan, pabrik tersebut nantinya diharapkan mampu menyerap potensi tebu sekitar 24.000 ha yang tersebar di daerah sekitar. Potensi tanaman tebu di Blora diprediksi mencapai 8.750 ha, Rembang 6.000 ha, Grobogan 4.000 ha, pati 3.000 ha, serta Kudus 2.000 ha. [R/CN]

Selasa, 29 Maret 2011

BP Migas: Kejar Target Lifting Minyak Tahun Ini Berat

Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) merasa berat untuk mengejar target lifting minyak sebesar 970 ribu barel per hari sesuai APBN 2011.
Demikian disampaikan oleh Kepala BP Migas, R. Priyono yang ditemui di gedung Depan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
"Berat sekali (mencapai target lifting minyak). Tapi kita kan terikat komitmen pemerintah dan DPR untuk bisa mencapai target tersebut," kata Priyono.
Ketika ditanya pendapatnya, apakah pihak BP Migas bisa optimis untuk melewati target lifting, Priyono mengakui bahwa kemungkinan hal tersebut memang berat. "Berat, berat," singkatnya.
"Di pembahasan APBN-P nanti kita akan buka lagi. Karena pembahasan APBN-P kan makin mendekati pertengahan tahun, kita lihat kemampuan lifting kita apakah mampu atau tidak melewati target itu (970 ribu bph)," ujarnya.
Priyono sebelumnya juga sempat menyampaikan, di bulan September kemungkinan bisa mencapai produksi minyak hingga 980 ribu barel per hari. Angka tersebut nantinya didapat dari beberapa KKKS dan juga Pertamina yang berusaha meningkatkan produksi.
"Iya, September bisa 980 ribu barel per hari. Datanya ada detilnya saya kurang hafal. Pertamina akan menjanjikan 140 ribu barel ditambah 5 KPS yang ingin menaikkan produksi. Mudah-mudahan bisa keluar perpanjangannya," tutur Priyono.
"Tapi apakah 980 ribu barel per hari itu menutupi kalau misalnya di bulan-bulan ini produksi tidak naik juga, kan jadi berat. Angka 970 itu kan rata-rata juga, mungkin untuk mencapai itu agak berat," jelasnya.
Seperi diketahui, kesulitan untuk mencapai target lifting minyak pada tahun ini adalah karena adanya kendala pada cuaca ekstrim yang mengganggu teknis pencapaian produksi minyak. Ditambah juga dengan masih adanya unplanned shutdown yang mengakibatkan kehilangan produksi minyak hingga 14 ribu barel per hari.
"Masalah alam tadi masih menjadi kendala karena itu ada di luar kemampuan BP Migas. Namun, kita akan usahakan bisa mencapai 970 ribu barel per hari dengan melaksanakan sebaik-baiknya. Supaya pertengahan tahun bisa sampai 980 ribu, bisa dekat ke sana. Akan ada lapangan kecil yang bisa dikorek," tukas Priyono.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha menilai bahwa pihak Komisi VII tetap meminta supaya dapat mencapai target minimal bisa tercapai seperti target di tahun sebelumnya.
"Kita tetap minta (capai target), kalau saya minta supaya target minimum bisa seperti tahun kemarin, yakni 954 ribu barel per hari. Maka itu, hal-hal yang menjadi kendala harus bisa diatasi, seperti unplanned shutdown harus bisa diusahakan menjadi planned shutdown," terang anggota DPR dari Partai Golkar itu. [R/dtc]

Dua Teknologi TV Masa Depan dari LG

Pernahkah Anda menonton film 3 dimensi di layar lebar? Mengasikkan bukan? Nah kini Anda tak perlu datang ke bioskop untuk menonton tayangan 3 dimensi. Cukup menyetel TV di rumah, karena LG Electronics Indonesia telah memperkenalkan teknologi TV masa depan yang siap menghadirkan pengalaman menonton yang luar biasa ke ruang keluarga Anda.
Salah satunya adalah CINEMA 3D TV, yang memungkinkan Anda menyaksikan tayangan dalam bentuk 3 dimensi. LG Electronics menjadi vendor elekronik pertama yang menerapkan teknologi FPR (Film Patterned Retarder) di 3D TV terbarunya, LG Cinema 3D TV.
Dengan menggunakan lapisan khusus pada layar TV yang memproduksi efek 3 Dimensi, alat bantu hanyalah kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens) yang lazim digunakan saat menikmati film 3D di bioskop.
Pada Consumer Electronics Show 2011 di Las Vegas USA, LG Cinema 3D TV memperoleh respon positif di perhelatan terbesar tahunan bagi industri perangkat elektronik rumah tangga ini. Banyak media mengangkat tema beritanya di bawah headline besar "THE NEXT GENERATION 3D TV".
LG juga memperkenalkan LG SMART TV. Kata "SMART" atau pintar sengaja dilekatkan karena memang kecerdasan dan kemudahan langsung terasa saat Anda melihat tampilan muka utama pada LG SMART TV. Live TV yang menayangkan sajian utama, premium content sebagai tempat menyimpan konten-konten pilihan lokal yang hanya dimiliki LG.
Ditambah lagi dengan TV Applications yang berisi ragam aplikasi pendukung dan Launcher Bar, memudahkan Anda mengakses shortcut ke seluruh aplikasi dalam LG Smart TV. [R/Smart]

Bebas Utang Bank, Pedagang Kaki Lima Bangga

Jakarta - Pedagang kaki lima (PKL) mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat tingkat bawah. Sektor ini diklaim menjadi sektor usaha yang tidak punya utang di perbankan.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Penasehat (DP) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Taufik Kurniawan usai menghadiri musyawarah daerah (musda) APKLI di Yogyakarta, Selasa (29/3/2011).
"Kita juga harusnya bangga, pada PKL, karena mereka tidak punya utang di bank, namun punya potensi untuk menggerakan perekonomian. Mereka malah lebih suka utang di bank thithil atau rentenir meski bunganya lebih tinggi dari bank (umum) karena proses cepat dan tak perlu collateral," katanya.
Menurutnya keberadaan sektor PKL masih belum dilirik oleh banyak pihak. Bahkan keberadaannya kerap kali dianggap musuh oleh pemerintah daerah (pemda).
Kesan PKL itu kumuh, tidak bisa diatur dan sering dikejar-kejar oleh Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu harus dihilangkan.
Selain itu PKL itu masih dikesankan termarginalkan, padahal PKL mempunyai kekuatan besar sebagai roda penggerak perekonomian di daerah-daerah. Etos kerja orang-orang yang bergerak sebagai PKL adalah pantang menyerah dan pekerja keras.
Dia juga mengingatkan agar PKL yang sudah menjadi anggota APKLI harus sadar hukum dan mau bekerjasama dengan pemerintah daerah sehingga bisa tertata dengan baik.
"Penanganan PKL juga tidak boleh satu pihak tapi harus dua arah. PKL juga harus mau diatur oleh pemda. Misalnya zona mana yang boleh untuk berjualan dan zona mana yang tidak boleh," kata Wakil Ketua DPR RI itu.
Dia meminta agar semua pihak terutama pemerintah secara serius menangani PKL untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Sebab ada jutaan orang di seluruh Indonesia yang menggandalkan dari sektor tersebut.
"PKL itu adalah sebuah kekuatan konkrit ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan roda perekonomian di daerah-daerah seperti di Yogyakarta," kata Taufik. [R/dtc]

Senin, 21 Maret 2011

148 Kontainer Daging dan Jeroan Terlantar di Tanjung Priok

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Hewan hingga kini masih menahan 148 kontainer berisi daging sapi dan jeroan di Pelabuhan Tanjung Priok. Tertahannya daging sapi dan jeroan tersebut karena tak memiliki  kelengkapan dokumen dan media pembawa.
"Sampai saat ini, ada 148 kontainer yang tertahan. Hanya ada 51 kontainer yang memberikan dokumen, sejak Januari 2011. Karantina belum ambil tindakan karena belum menyerahkan dokumen dan media pembawa," ujar Kepala Badan Karantina Banun Harpini dalam Rapat bersama DPR Komisi IV di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).
Banun mengatakan, tahapan tindakan karantina hewan jika pemilik sudah menyerahkan dokumen dan media pembawanya maka petugas akan melakukan verifikasi, lengkap atau tidak, lalu diperiksa dokter, diperiksa label kemasan, suhu, kesesuian fisik dan dokumen.
"Kalau sudah lengkap akan dikeluarkan dokumen pelepasan, kalau tidak dilakukan penahanan. Bila hasil lab tidak diketemukan penyakit, maka akan dkeluarkan dokumen pelepasan," papar Banun.
Oleh karena itu, Banun mengatakan ketika ada dokumen yang belum lengkap maka tidak akan ada yang bisa lolos. Persyaratan karantina, lanjutnya harus dilengkapi dokumen-dokumen dari karantina negara asal.
"Dari pintu pemasukannnya mana kemudian dilaporkan di tempat-tempat karantina hewan, dokumen persyaratan dan media pembawanya juga harus disertakan," katanya.
Lebih jauh Banun menerangkan, sesuai UU No 16 tahun 1992, Badan Karantina diamanahkan untuk pengawasan benih, namun juga dapat titipan tugas karkas dan jeroan. Namun, lebih kepada pemeriksaan kesehatan hewan.
"Tindakan karantina adalah mencegah masuknya penyakit hewan ke wilayah NKRI. Ada dokumen sertifikat halal, uji konfirmasi laboratorium," tutupnya. [R/dtc]

Minggu, 20 Maret 2011

Pertamina-Petrochina Targetkan Produksi 51.000 Barel di Tuban dan Bojonegoro

Tuban, - Joint Operating Body Pertamina Petrochina Est Java (JOB PPEJ) menargetkan produksi minyak dari sumur Mudi (Tuban) dan Sukowati (Bojonegoro) tahun 2011 menjadi 51.000 barel per hari.  Sebelumnya rata-rata produksi minyak dari JOB PPEJ berkisar 40.000 hingga 44.000 barel per hari.
Secara teknis penambahan produksi itu akan dilakukan dengan cara mengobtimalkan sumur yang ada. Sekalipun saat ini sumur minyak di wilayah Mudi, tepatnya di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban  telah menyusut hingga rata-rata 2.000 barel per hari.
Field Admin Superintendent JOB PPEJ, A Basith Syarwani mengungkapkan saat ini pihaknya telah diminta pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi karena kebutuhan minyak secara nasional telah naik dari tahun ke tahun. Sedangkan berbagai problema tetap ada dalam proses produksi dan itu hal yang wajar.
“Untuk tahun 2011 ini, kita targetkan kenaikan produksi hingga 11.000 barel per hari. Ini menjadi pekerjaan yang harus kita lakukan untuk kepentingan masyarakat,” kata Syarwani kepada pers di Tuban, Minggu (20/3/2011).
Dikatakan Syarwani, optimalisasi sumur minyak milik JOB PPEJ akan tetap dilakukan agar target produksi tersebut bisa terpenuhi. Sedangkan jumlah produksi dari sumur Sukowati saat ini berkisar 41.000 barel per hari, dari sumur Mudi saat ini rata-rata 2.600 barel per hari, padahal sebelumnya bisa mencapai 20.000 barel per hari.
Meski begitu, ungkap Syarwani, pihak JOB PPEJ tetap bekerja keras untuk mencapai produksi sebagaimana target dari pemerintah. Apalagi saat ini harga minyak di pasar internasional ada kecenderungan naik.
“Manajemen tetap optimis target tersebut bisa tercapai, apalagi pekerjaan ini adalah untuk kepentingan umum,” kata Syarwani. [R/CN]

Kamis, 17 Maret 2011

'Memang Canggih', Tagline Baru Polytron

Jakarta - Polytron, raksasa produsen produk-produk elektronik Indonesia, memperkenalkan tagline baru perusahaan pada tahun 2011 ini. “Memang Canggih”, adalah tagline baru Polytron. Tagline baru ini tertulis dengan jelas di bawah logo tulisan “Polytron”.
Dengan tagline baru ini, Polytron berharap citra positif Polytron semakin meningkat. Selama ini, Polytron dikenal sebagai satu-satunya perusahaan elektronik Indonesia yang menghasilkan produk berkualitas dan paling mampu bersaing dengan banyaknya kompetitor dari luar negeri.
Produk-produk elektronik unggulan Polytron antara lain Micro HiFi dengan Bluetooth & DTIB serta DVD Theater in Box untuk kategori audio/radio. LCDTV123, TV Dignity (TV Digital pertama di Indonesia) dan TV L-SIDI U Slim Multimedia adalah produk unggulan untuk jajaran video.
Tidak ketinggalan jajaran home appliances seperti lemari es IsoCool Twist, AC Inverter 310 watt, atau AC LogiCool Low Energy yang bisa mengusir bakteri, virus, dan jamur atau bau tak sedap. Polytron juga memiliki jajaran mesin cuci seperti mesin cuci langsung kering dan mesin cuci less detergent yang ramah lingkungan.
Salah satu kunci sukses Polytron selain loyalitas konsumen, juga kemampuan untuk melahirkan inovasi yang terus menerus melalui Riset & Development serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui 3I ( Invention, Inovation, Improvement) dan team work nya.
Hal tersebut terbukti dengan banyaknya penghargaan yang telah diperoleh Polytron dimana terakhir memperoleh Innovation Award, GfK No.1 Award, IBBA, ICSA, Excellent Brand Award, Greatest Brand, Master Brand, Top Brand dan Superbrand. “Berbagai penghargaan yang diakui ini merupakan bukti komitmen tinggi dan inovasi bahwa Polytron adalah produk elektronik dengan kualitas terbaik.” tegas Santo Kadarusman, Public Relation & Marketing Event Manager Polytron.
“Tagline baru mencerminkan misi & visi perusahaan yang selalu berkomitmen untuk meraih dan menjaga prestasi terbaik, untuk membuat dan memasarkan produk elektronik berteknologi tinggi dan canggih dengan desain yang bercita rasa seni tinggi serta kualitas performansi yang luar biasa untuk memuaskan konsumen setianya,” ungkap Santo Kadarusman, Public Relation & Marketing Event Manager Polytron, menutup pembicaraan. [R/dtc]

Rabu, 16 Maret 2011

MNC Digugat Rp 3,7 Triliun Terkait IPO

Jakarta - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) digugat secara perdata oleh salah seorang pemegang sahamnya sebesar Rp 3,7 triliun terkait proses penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Selain digugat secara materi, penggugat juga meminta proses IPO tersebut dibatalkan. Dalam gugatannya, Abdul Malik Jan selaku penggugat yang merupakan pemegang saham mengungkapkan proses IPO yang telah dilakukan MNC merupakan perbuatan melawan hukum karena tidak memenuhi prinsip keterbukaan alias disclosure sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 8/1995 tentang Pasar Modal.
Kuasa hukum penggugat, Robertus Ori Setiantono menjelaskan gugatan tersebut diajukan karena didalam prospektus yang dibuat tergugat saat IPO, tidak disebutkan adanya sengketa kepemilikan saham PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang merupakan salah satu anak usaha MNC.
"Dalam prospektus tidak disebutkan adanya sengketa kepemilikan saham CTPI yang saat itu perkaranya juga tengah disidangkan. Harusnya tergugat menyebutkan secara detail kondisi perusahaan saat IPO karena itu menimbulkan kerugian bagi investor," demikian dikutip dari gugatan yang dilayangkan Kuasa Hukum di Jakarta, Rabu (16/3/2011).
Dikatakan Robertus berdasarkan UU Pasar Modal, masyarakat berhak mengetahui secara terang kondisi perusahaan. Maka, sambung Robertus, dengan tidak disebutkannya sengketa kepemilikan saham TPI dalam prospektus, maka IPO tersebut tidak sah karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Sengketa kepemilikan saham TPI baru diketahui setelah tiga tahun IPO bahkan perkaranya masih terus bergulir hingga saat ini. Prospektus itu menyesatkan karena tidak memenuhi asas keterbukaan dan mengandung ketidakjujuran karena tidak memuat informasi atau fakta  material,” kata Dia. [R/dtc]

Minggu, 13 Maret 2011

Aqua Tanam 6.000 Pohon

Wonosobo - Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup, PT Tirta Investama (Aqua) Wonosobo, Sabtu (12/3/2011) melakukan penanaman pohon sebanyak 6.000 buah di kawasan Kelurahan Kejiwan, Kecamatan Wonosobo. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dirintis sejak tahun 2008.
Vice Presiden PT TI Parmaningsih Hadinegoro mengaku bangga atas antusiasme masyarakat dalam mendukung kegiatan itu. "Acara ini tidak sekadar menanam, tetapisekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan men-support dana Rp 500 juta bagi industri kecil rumahan." 
Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif memberikan apresiasi atas kerjasama yang terbangun antara Pemkab dan Aqua. Kerjasama itu menurutnya perlu ditindaklanjuti, apalagi di Wonosobo sendiri, ada program kelompok bibit sekolah (KBS). 
"Pada semester I Tahun 2011 ini,  kami akan mensosialisasikan pada kepala sekolah se Kabupaten Wonosobo terkait pengadaan bibit bergilir yang melibatkan dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) serta dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora)," tegasnya. (R/Yudi]

Sabtu, 12 Maret 2011

Program Tambah Daya Listrik Gratis Diburu Pelanggan

Jakarta - Program penambahan daya listrik gratis oleh PT PLN (persero) direspons antusias oleh para pelanggan listrik. Data PLN mencatat pelanggan listrik rumah tangga yang merespon untuk menambah daya listrik sudah berjumlah 3900 pelanggan.
Demikian disampaikan oleh Direktur Manajemen Bisnis dan Resiko PT PLN, Murtaqi Syamsuddin kepada detikFinance seusai di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, (11/3/2011).
“Sejak kemarin, baru dua hari kita pantau data seluruh Indonesia, suda ada sekitar 3900-an pelanggan yang merespon ini (tambah daya listrik gratis),” kata Murtaqi.
Ia  menambahkan bahwa rata-rata pelanggan yang melakukan penambahan daya adalah dari 450 VA ke 1300 VA. Murtaqi menjelaskan bahwa animo dari penambahan daya tersebut sudah terasa dan penambahan tersebut dirasa tidak akan membebankan beban dari pembangkit listrik dengan alasan pihaknya sudah memperhitungkan bahwa penambaha daya tidak akan terlalu banyak memberi pengaruh.
“Karena orang merespon sejauh ini adalah yang pemakaian listriknya tinggi namun sering lebih batas makanya sering ‘jepret’. Orang yang pemakaian listriknya tinggi berarti kan daya belinya tinggi, itu langsung merespon kemarin, dan itu menjadi target kita,” jelasnya.
Dikatakanya bahwa pelanggan listrik yang daya listriknya rendah lebih cenderung tidak merespon dikarenakan daya beli mereka pun kemungkinan rendah pula. “Maka itu, kita memperkirakan bahwa ini tidak akan beri pengaruh yang banyak kepada pembangkit kita,” tukas Murtaqi.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan juga menanggapi dengan nada yang sama bahwa program penambahan daya listrik gratis ini tidak akan membebankan pembangkit milik PLN yang ada.
“Cukup kok. Kalau saya sih, saya harapkan paling tidak sebanyak 20% seluruh pelanggan mau pindah, tapi terserah mereka ini kan sifatnya sukarela,” ucap Dahlan.
Seperti diketahui bulan Maret ini PLN memberlakukan program penambahan daya listrik gratis dengan rentang daya 450 VA dan 900 VA untuk pindah ke 1300 VA atau 2200 VA. Hal tersebut dilakukan bagi pelanggan rumah tangga yang selama ini penggunaan listriknya meningkat. [R/dtc]