Pengunjung

Senin, 08 Agustus 2011

Nazaruddin Tertangkap Dengan Identitas Palsu

Jakarta -
Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan seseorang yang identik dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin tertangkap dengan identitas palsu dan memegang paspor atas nama M Sjahruddin di Cartagena, Kolombia.
Djoko mengumumkan hal tersebut di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, usai menerima informasi dari Kementerian Luar Negeri mengenai penangkapan tersebut pada Minggu malam.
"Minggu malam melalui Kementerian Luar Negeri telah diterima berita dari Duta Besar RI di Kolombia Michael Manufandu bahwa telah ditangkap seseorang dicurigai sebagai M Nazaruddin oleh interpol di Kolombia," tuturnya.
Duta Besar RI di Kolombia, lanjut Djoko, telah berangkat dari ibukota Kolombia, Bogotta, ke Cartagena untuk menemui seseorang dicurigai Nazaruddin tersebut dan menyatakan ciri-ciri fisik orang itu memang serupa dengan buronan internasional tersebut.
Hasil penyelidikan interpol di Cartagena pun, menurut Djoko, menyatakan orang yang tertangkap ketika akan keluar dari Kolombia itu juga identik dengan Nazaruddin yang telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus penyuapan wisma atlet Sea Games di Sumatera Selatan.
"Dubes RI sudah berangkat dari Bogotta ke Cartagena dan sudah bertemu langsung. Secara fisik identik dengan apa yang selama ini disebut Nazaruddin dan yang bersangkutan minta didampingi terus oleh Dubes," jelas Djoko.
Menurut Djoko, Nazaruddin saat ini sudah diberangkatkan ke Bogotta dan tim terpadu terdiri atas keimigrasian, polisi, dan kementerian luar negeri segera berangkat ke Kolombia secepat mungkin.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lanjut dia, sudah dilaporkan tentang penangkapan Nazaruddin tersebut dan berpesan agar Nazaruddin dijaga keselamatannya seketat-ketatnya.
"Kami sudah lapor tadi pagi kepada Presiden dan beliau sampaikan agar keselamatan yang bersangkutan dijaga seketat-ketatnya. Kedua, yang bersangkutan bisa dibawa ke tanah air untuk dilakukan proses hukum ke Indonesia," tuturnya.
Meski demikian, kata Djoko, penangkapan Nazaruddin masih harus diteruskan dengan identifikasi lanjutan karena informasi yang disampaikan oleh interpol baru sebatas tahap identifikasi awal. [R/Ant]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar