Pengunjung

Senin, 14 Maret 2011

IM2 Luncurkan Kembali Prabayar Broom Rp100 Ribu

Jakarta - Perusahaan penyedia jasa internet Indosat Mega Media (IM2) meluncurkan kembali produk Broom100 atau layanan internet prabayar Rp100 ribu/bulan.
GM Marketing and Channel Management IM2, Nanan D Machdi dalam acara peluncuran produk Broom100 di Pameran Mega Bazaar di JCC Senayan Jakarta, Kamis, mengatakan, program tersebut diluncurkan kembali dengan memperbesar batasan penggunaan (threshold) sebesar 2 Gigabyte.
"Broom100 menawarkan threshold yang semakin banyak. Penambahan threshold ini akan meningkatkan kenyamanan dan keleluasan bagi para pelanggan Broom," kata Nanan.
Pelanggan Broom100 dapat menikmgati akses internet dengan kecepatan hingga 384 kbps, saat kuota 2 Gigabyte terlewati, maka kecepatan akses internet menurun hingga 64 kbps.
Pelanggan dapat mengisi ulang Rp100 ribu per bulan dengan masa aktif sebulan dan masa tenggang selama 90 bulan.
Nanan mengatakan paket Broom100 tersebut diluncurkan pertama kali pada 2008 dan beberapa bulan kemudian IM2 terpaksa menahan penjualan karena pita lebar telah melewati kapasitas maksimal sehingga bila pelanggan ditambah maka akan mengganggu layanan.
Pada saat ditunda penjualan Paket Broom100, pelanggan telah mencapai sekitar 200.000 pengguna.
Setelah peluncuran ulang tersebut, Nanan mengatakan pihaknya menargetkan pelanggan Broom100 bertambah 75.000 sampai Maret 2011.
"Pertengahan tahun ini kita targetkan pelanggan mencapai 500.000 orang," katanya. Total pelanggan IM2 saat ini mencapai sekitar 700.000 orang. [R/Ant]

80 Offraoder Akan Melintasi Kaki Pegunungan Muller

Balikpapan - Sedikit-dikitnya 80 offroader anggota Tim Ekspedisi Indonesia 4X4 Hulu Kapuas-Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat, akan bertolak dari Pontianak menuju Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, di kaki pegunungan Muller pada 16 Maret 2011.
Olah raga otomotif petualangan itu akan menempuh jarak tidak kurang 850 km pada tahap pertama.
Setelah menjelajahi Taman Nasional Betung Kerihun, tim kembali ke Putussibau, lalu mengambil rute utara melalui Embaloh, Sadap, dan Balai Karangan di tepi perbatasan Indonesia-Malaysia, untuk kembali ke Pontianak.
"Kami akan mulai perjalanan dari Pontianak pagi 16 Maret," ujar Greeffion Kamil, wakil ketua ekspedisi.
Diharapkan Tim yang terdiri dari 20 mobil gardan ganda dan 80 peserta sudah tiba kembali di ibukota Provinsi Kalimantan Barat tersebut pada 26 Maret 2011. Total Tim Ekspedisi akan menempuh jarak sejauh 2.171 km.
"Setengah dari rute itu, terutama rute Embaloh-Balai Karangan, adalah rute offroad. Jalan masih berupa jalan tanah merah tanpa perkerasan sepanjang 860 km lebih," ujar Fionk, panggilan akrab Greeffion Kamil yang dikenal lama sebagai offroader dan pembuat trek kompetisi offroad kawakan itu.
Fionk juga mencatat setidak-tidaknya ada delapan sungai tanpa jembatan yang harus mereka seberangi. Dua di antaranya sungai selebar 5 meter dengan kedalaman seleher orang dewasa. Satu sungai lagi harus diseberangi dengan ponton.
Sementara itu, saat ini para peserta sudah mulai berdatangan di Pontianak. Mobil-mobil yang dirancang khusus untuk perjalanan ini sudah diturunkan dari kapal yang mengangkutnya dari Jakarta sejak pertengahan pekan lalu. Para peserta menginap di Hotel Mahkota, Pontianak, menunggu waktu keberangkatan dan melakukan persiapan terakhir.
"Teman-teman peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Bandung, Bogor, Jakarta, Medan, termasuk Wong dari Malaysia," kata Fionk. Bahkan peserta dari Bali sudah memulai turnya dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, setelah naik kapal dari Surabaya dan mendarat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Jumat (11/3/2011).
Ekspedisi semacam ini sudah digelar Fionk dan kawan-kawan sejak 2007 sampai 2009. Dengan bendera Land Rover Club Indonesia (LRCI) sudah berlangsung tiga kali perjalanan offroad ke Sumatera (di antaranya Sumatera Tengah yang meliputi Provinsi Riau, Jambi, Bengkulu; perjalanan di Aceh hingga ke Pulau Sabang untuk mencapai titik 0 km Indonesia). [R/Ant]

MotoGP Turut Bersimpati untuk Jepang

Madrid - Musibah gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang pekan lalu mengundang siapa saja untuk memberikan doa dan simpati. Tak terkecuali dari pihak MotoGP, yang juga merasa memiliki keterikatan dengan Jepang.
Musibah gempa dan tsunami itu sendiri mau tak mau bisa mengubah kalender MotoGP. Saat ini pihak Dorna mengaku tengah menunggu situasi lebih lanjut terkait keadaan di 'Negeri Matahari Terbit' itu.
Jepang sedianya akan menjadi seri ketiga dalam kalender MotoGP musim ini, di mana Sirkuit Motegi akan menjadi venue tempat digelarnya balapan pada 24 April mendatang. Tapi setelah gempa berkekuatan 8,9 SR yang mengguncang pekan lalu, ada kemungkinan bahwa jadwal tersebut bakal berubah.
Mengingat kerusakan parah dan suasana duka yang melanda Jepang, Dorna, selaku pemegang hak komersil MotoGP, menegaskan bahwa mereka akan meninjau ulang jadwal tersebut. Selanjutnya mereka akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Jepang untuk mendapatkan kepastian.
"Jepang adalah negara yang penting untuk kejuaraan ini dan kami bersama mereka pada momen-momen penuh duka seperti ini," ujar bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, di Autosport.
"Tak akan ada keputusan yang dibuat sampai kami melihat perkembangan lanjutan mengenai musibah ini, sembari menempatkan kepentingan Jepang, yang akan menjadi seri ketiga musim ini, di atas semuanya."
"Saya sudah mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan mereka yang bekerja untuk Sirkuit Motegi, kami bersyukur mengetahui bahwa mereka yang bekerja di sana tak ada yang terluka. Biar bagaimanapun, situasi yang berhubungan dengan tragedi memilukan ini harus terus dipantau perkembangannya."
"Bagi kami, kami akan memberikan apa pun yang mereka butuhkan. MotoGP akan membantu apa pun yang Jepang minta," tegas Ezpeleta. [R/dtc]

Sirup Buah Kersen Penyembuh Asam Urat

SIAPA tidak kenal kersen (muntingia calabura L) atau talok yang buahnya kecil dan manis. Di beberapa daerah seperti di Jakarta, buah itu juga dinamai ceri. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah datiles (Philipina) dan kerukup siam (Malaysia). Juga dikenal sebagai Singapore cherry (Inggris) dan Japanse kers (Belanda) di mana dari sinilah istilah kersen berasal.
Buah kersen di daerah Srilangka sering diawetkan dan dibuat selai jam fruit. Buah itu sangat digemari di Mexico dan umumnya dijual pada pasar-pasar tradisional dalam jumlah yang banyak. Di Asia Tenggara, kersen merupakan salah satu jenis pohon pinggir jalan yang umum sekali dijumpai, terutama di wilayah-wilayah yang kering. Kersen tumbuh sendiri di pekarangan dan sepanjang halaman muka rumah, di tempat yang tak ada pohon lain dapat tumbuh.
Karena masih kurangnya pemanfaatan buah kersen, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY yaitu Nugrahini Dwi dan Maya Istikhomah, meneliti buah kersen untuk mengetahui kandungan gizinya dan berhasil membuat produk olahan kersen berupa sirup sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai guna dari buah kersen.
Menurut Nugrahini, ditinjau dari segi kandungan gizinya buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan pada buah kersen 80,5 mg, selain itu kandungan kalsium pada buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg.
"Di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat," ungkapnya seraya menambahkan, rebusan daun kersen juga memiliki khasiat anti radang dan menurunkan panas bahkan kandungan dan rebusan daun kersen ternyata dapat berkhasiat sebagai pembunuh mikroba berbahaya dan dapat digunakan sebagai anti septik.
Cara Membuat
Maya, menerangkan cara membuat sirup kersen. Bahan-bahannya meliputi buah kersen masak, air, gula putih, kayu manis, garam, vanilla, pewarna makanan dan alat yang digunakan adalah ember, panci,  penumbuk (cobek), saringan dan botol untuk mengemas.
Buah Kersen dipilih yang sudah matang (berwarna merah) lalu dicuci  hingga bersih. Daging buah kersen dipisahkan dari kulitnya dengan cara di tumbuk lalu direbus dengan perbandingan 1 bagian air dengan 3 bagian kersen. (1:3).
Kersen lalu dicampur dengan gula dengan perbandingan 1:2 beserta  vanilla, garam, dan kayu manis secukupnya sampai mendidih dan harus terus diaduk. Setelah mendidih sirup kersen disaring untuk menghilangkan ampas dan diberi pewarna  agar lebih menarik dan dikemas dalam botol.
"Produk olahan dari kersen ini tidak menggunakan bahan kimia apapun semuanya alami. Oleh karena itu, produk olahan ini lebih sehat daripada produk yang ada di pasaran pada umumnya,'' katanya.
Dikemukakan, kebanyakan produk di masyarakat seperti halnya sirup yang telah ada, pada umumnya hanya memberikan rasa dan kesegaran saja saat meminumnya, dan  tidak mempunyai kelebihan atau manfaat bagi kesehatan khususnya.
Oleh karena itu produk olahan kersen itu nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kesehatan tubuh karena terkait dengan khasiat yang dimiliki oleh kersen yaitu dapat mengobati asam urat. [R/CN]

Tulang Punggung Keluarga yang Sering Dipandang Sebelah Mata

Umumnya juru parkir di kota-kota metropolis adalah laki-laki. Tetapi berbeda dengan juru parkir di depan kantor pegadaian Wonosobo. dia adalah Dian Rohiyati. Ia menjadi satu-satunya juru parkir perempuan di sini. 


Tatapan mata perempuan separuh baya itu tajam jauh memandang. Ia tak menghiraukan raungan mesin-mesin mobil dan motor yang memadat di jalan protokol Wonosobo. Tiap pagi dari pukul 07.30 WIB rompi biru bertuliskan juru parkir ia kenakan. Tak ketinggalan peluit serta topi hitam yang selalu menyertainya. 
Dian Rohiyati, perempuan paruh baya itu adalah satu-satunya tukang parkir perempuan di Wonosobo. Aktivitas menjadi juru parkir telah dilakonyanya lebih dari 30 tahun.
Dalam rentang perjalanan sejarah perpakiran di kabupaten berslogan Asri ini warga RT 4 RW 1 Kelurahan Jaraksari, ini pun telah paham dengan seluk beluk perpakiran. Menurut ibu Dian, begitu sapaan akrabnya, 30 tahun lalu harga parkir roda dua Rp 50 perak.Namun karena kondisi zaman berubah harga menjadi Rp 1000 menyesuaikan Perda baru.
“Dulu harga masih murah dan setornya ke Pemda. Tapi sekarang masih ke petugas anggota SAF 6 meski berdasar hasil rapat dengan Dishubkominfo akan ditanangani Kodim 0707 Wonosobo,” keluh perempuan beranak dan cucu dua tersebut Senin (14/3/2011).
Meski banyak dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang Diah tak berkecil hati. Peristiwa tragis yang pernah menimpanya berupa pemberian uang sambil dilempar ke mukanya dibarengi bentakan oleh salah seorang pemilik mobil mewah ia hadapi dengan sabar. Bahkan umpatan miring bernada buruk yang kerap ia terima tak menyurutkan niat mulianya  untuk  selalu pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sembari menjadi juru parkir.
“Pernah saya narik pemilik mobil tapi malah dibentak. Katanya harganya mahal. Padahal saya narik sesuai perda baru Rp 3000 menyesuaikan jumlah jam parkir,” ujarnya dengan tegas.
Sisi lain dari Dian ia pernah menerima pemberian uang dari seorang pemuda tampan dan cakap di masjid Jami’ Wonosobo. Pemuda yang kini menjadi seorang dokter itu memberinya uang senilai Rp 100 ribu. Menurutnya pemuda tersebut adalah warga asli Wonosobo.Semasa kecil di usia SD dia selalu dibantu ibu Dian menyeberang jalan raya saat berangkat dan pulang sekolah.
“Saya kaget dan sudah lupa dengan peristiwa itu. Tapi dokter yang kini bertugas di Kalimantan itu masih ingat. Akhirnya ya saya terima, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya sembari terkekeh.
Dikatakan isteri Dian Haerudin, dari pekerjannya menjadi juru parkir tersebut setidaknya telah berhasil menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA. Kini penghasilan rata-rata yang ia dapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. keluarga.Sebab suaminya tidak bekerja.
“Sampai sekarang rumah masih ngontrak. Harga setahunnya Rp 1 juta 750 ribu. Yang saya keluhkan itu kenapa dalam hidup ini saya tidak bisa memberi harta pada kedua anak saya. Saya hanya bisa menyekolahkan mereka sampai lulus SMA,” keluhnya lirih dengan mata berkaca-kaca.
Dua pekan terakhir ini Dian mengaku kakinya tergelincir saat mengatur arus lalu lintas agar pemilik mobil yang parkir bisa kembali berjalan lancar. Akibanya selama dua minggu ia tidak masuk kerja lantaran operasi. Saat kedua kaki kirinya dioperasi dokter mengeluarkan ratusan beling, paku, dan kawat.Namun kondisi itu ia hadapi dengan sabar dan selalu berbaik sangka.
“Sekarang giliran kaki kanan saya yang masih sakit kalau buat jalan. Tapi bagaimana lagi anak cucu harus menyambung hidup akhirnya saya paksakan untuk kembali bekerja,” ujarnya.
Terkait setoran parkir serta pengelolaan parkir lagi-lagi perempuan ini mengeluhkan jumlah angkanya yang melejit. Yakni Rp 350 ribu per minggu. Jumlah tersebut, kata dia, sangat tidak manusiawi karena selain petugas parkir pagi juga ada untuk juru parkir untuk shif malam.
“Dulu pernah rapat bersama Dishubkominfo. Hasil rapat katanya Kodim yang mengkoordinir pengelolaan parkir. Setoran juga turun separo, tapi malah dinaikkan dengan alasan ketentuan dari Pemkab. Penariknya juga masih dari petugas SAF 6 Kalianget,” tuturnya.
Kendati petugas SAF 6 berinisial EN tiap hari Sabtu menarik setoran Rp 350 ribu namun diantara 45 juru parkir sepanjang jalan A Yani Dian satu-satunya perempuan yang berani menolak setoran sebanyak itu. Sebab menurutnya jika mau jujur dalam sebulan pengelola parkir dapat mengumpulkan uang senilai Rp 20 juta lebih. Itu dari jalan A Yani saja dengan 45 petugas parkir siang dan malam.
“Padahal pengelola parkir setor ke Pemkab untuk PAD itu paling cuma Rp 6 juta 750 ribu per bulan. Ini mestinya menjadi perhatian serius pihak terkait agar pemerintah tidak kalah dan dipermainkan oleh preman,” katanya tegas.
Dian menambahkan menurutnya hal tersebut sudah dibicarakan ke pak Agus petugas Dishubkominfo. Dari pak Agus katanya mau dikomunikasikan terlebih dulu dengan pak Gatot Hermawan. Namun sampai sekarang belum ada kepastian agar para juru parkir tidak merugi.
“Saya kalau ketemu pak bupati Kholiq sebenarnya akan omongkan soal ini. Biar pengelolaan parkir segera di tangani Kodim dan tim Pemkab. Tapi walaupun rumah pak bupati sedesa dengan saya belum bisa bertemu,” tuturnya.
Fakta-fakta tersebut diatas menurut Dian tak perlu ditutup-tutupi lagi agar para juru parkir sebagai pahlawan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wonosobo tidak selalu jadi korban pengelola parkir.
“Namanya orang kecil ya seperti ini mau bagaimana lagi. Tapi ini harus ditertibkan, kenapa semua pihak seperti diam saja membiarkannya” katanya dengan nada tanya. [R/Yudi]

Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi 110 WNI ke Tokyo

Padang - Lembaga kemanusian Dompet Dhuafa (DD) membantu proses evakuasi 110 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yamagata menuju ibukota Jepang, Tokyo, untuk mendapatkan pertolongan yang diperlukan.
"Tim kemanusian DD telah sampai di Yamagata, Minggu (13/3/2011) dan langsung membantu proses evakuasi WNI yang ada di daerah tersebut menuju Tokyo," kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Sumatera Barat, Musfi Yendra yang memperoleh informasi melalui surat elektronik di Padang Senin.
Dikatakannya, Yamagata merupakan salah satu daerah terparah yang terkena dampak musibah gempa dan tsunami tersebut.
"Beberapa bantuan dalam bentuk makanan, susu, genset dan bahan bakar telah dibagikan kepada korban bencana di daerah tersebut," lanjut dia.
Dikatakan, Tim kemanusiaan Dompet Dhuafa yang turun ke Jepang beranggotakan empat dan dipimpin oleh Prima Hadi Putra, putra kelahiran Padang, Sumatera Barat.
Tim sudah berada pada hari pertama gempa dan tsunami terjadi di Negeri Sakura tersebut dan langsung membantu proses evakuasi WNI.
"Menurut rencana hari ini tim Dompet Dhuafa juga akan melakukan penandatanganan kerjasama penyaluran bantuan dengan Gubernur Miyagi, " lanjut dia.
Di Jepang Dompet Dhuafa juga memiliki cabang, termasuk juga di Hongkong.
Bagi masyarakat Sumatera Barat yang ingin menyalurkan bantuannya untuk korban gempa dan tsunami Jepang, Dompet Dhuafa Singgalang melakukan program penggalangan bantuan, dapat disalurkan ke Bank Mandiri: 111.000.500.5000 a/n Dompet Dhuafa Singgalang. [R/Ant]

Presiden APSF Dijadwalkan Hadiri Penandatanganan MoU Asean Para Games

Solo - Landasan legal formal penyelenggaraan Asean Para Games (APG) 2011 yang akan dipusatkan di Solo, segera terbit. Nota kesepahaman atau 'Memorandum of Understanding'(MoU) pelaksanaan pesta olahraga penyandang cacat se-Asia Tenggara itu bakal diteken Pemerintah Indonesia dan otoritas Asean Para Sport Federation (APSF) di Solo, Selasa (15/3/2011).
"Menegpora Andi Mallarangeng, Gubernur Bibit Waluyo dan Presiden APSF Dato Zainal Abu Zarin dijadwalkan dalam penandatanganan itu," kata Ketua I National Paralympic Committees (NPCs) Indonesia Rio Suseno, Senin (14/3/2011).
Acara tersebut merupakan bagian dalam 'Board of Governoor's and Exco Meeting' sebagai persiapan APG di The Sunan Hotel yang dijadwalkan berlangsung Selasa-Kamis (15-17/3/2011). Kontingen dari sebelas negara peserta bakal hadir, sekaligus menetapkan cabang-cabang yang akan digelar dalam 'multievent' dua tahunan itu, Desember mendatang.
"Seusai penandatangan MoU, Menegpora, Gubernur, rombongan APSF dan kontingen negara-negara peserta akan meninjau venues," jelas Rio yang juga seksi penyambutan tamu dalam kegiatan tersebut.
Sepuluh cabang diusulkan tuan rumah Indonesia dalam ajang itu. Yakni, atletik, renang, tenis meja, tenis lapangan/tenis kursi roda, catur, angkat berat, bulu tangkis, panahan, 'goal ball' dan bola voli duduk. Namun, bisa jadi usulan tersebut bertambah atau berkurang saat sidang-sidang executive committees nanti. [R/CN]

Irfan Bachdim Sambut Positif Wacana Peleburan LPI & ISL

Jakarta - Situasi persepakbolaan Indonesia terkini sudah memunculkan wacana peleburan kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Wacana itu dapat sambutan positif dari Irfan Bachdim yang bermain di LPI.
Lewat rilis resmi FIFA pekan lalu, induk organisasi sepakbola sedunia tersebut kembali mengingatkan PSSI agar segera bisa "mengambil alih kendali atas liga yang telah memisahkan diri", yang merujuk kepada LPI.
Sejauh ini LPI memang tidak berada di bawah PSSI sebagai induk organisasi di Indonesia. PSSI sendiri telah memiliki kompetisi level teratas yang diberi nama ISL.
Walhasil, PSSI yang tidak mengakui LPI pun menuding kompetisi itu ilegal. Pada dua kesempatan terpisah Sekjen PSSI Nugraha Besoes bahkan menyamakan LPI seperti kompetisi tarkam dan liga hukuman.
Apapun, FIFA telah bersuara memaksa PSSI dan LPI berkompromi. Berkaitan dengan itu, muncullah wacana untuk melebur kompetisi LPI dan ISL kendati secara teknis kedua kubu masih bersikeras dengan komposisi yang diinginkan pihaknya masing-masing.
Tanpa mengomentari kendala teknis tersebut, Irfan yang membela Persema --pemuncak klasemen sementara LPI-- menyambut positif wacana itu.
"(Penggabungan) Itu bagus sekali, bisa menciptakan kompetisi yang lebih oke," sahutnya saat bercakap-cakap dengan detikSport di kantor detikcom di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2011).
Menurut pemain yang juga berharap bisa kembali membela timnas Indonesia tersebut, peleburan ISL dan LPI berpotensi melahirkan iklim kompetisi yang lebih kompetitif. Pada akhirnya ini akan menghibur para penikmat sepakbola di Tanah Air.
"Kalau gemar sepakbola pasti akan suka jika kompetisi jadi semakin bagus. Orang pasti ingin kompetisinya jadi lebih baik," nilai Irfan. [R/dtc]

Nissan March Rajanya Mobil Perkotaan

Jakarta - Pasar mobil perkotaan alias city car terbukti paling atraktif dibanding segmen mobil lainnya. Penguasa segmen ini selalu berubah dari tahun ke tahun.
Memasuki bulan kedua 2011, pendatang baru Nissan di kelas city car yakni March berhasil mempecundangi kompetitornya di tanah air.
Nissan March menyodok ke posisi pertama dalam peta penjualan mobil city
car di Februari 2011 melewati Suzuki Splash. Splash sebelumnya menjadi city car terlaris pada bulan September 2010 setelah menggusur dominasi KIA Picanto.
Seperti dikutip dari data Gaikindo yang diterima detikOto, Senin (14/3/2011) di Februari 2011 Nissan March berhasil terjual sebanyak 1.394 unit. Sementara Suzuki Splash hanya mencatat penjualan sebanyak 549 unit.
Sedangkan model Suzuki lainnya yakni Karimun Estilo hanya mencatat penjualan sebanyak 468 unit. Dan mobil city car dari negeri Paman Sam yaitu Chevrolet New Spark hanya terjual sebanyak 84 unit.
Dalam peta penjualan city car di Indonesia, Nissan March seperti berhasil
menciptakan iklim baru di tanah air. Penjualan mobil dengan mesin kapasitas
1.200 cc 3 silinder itu jauh meninggalkan penjualan rival-rivalnya yang hanya mencatat penjualan tidak lebih dari 600 unit.
Dan mobil asal Korea Hyundai i10 hanya terjual sebanyak 63 unit, Chery QQ 39 unit. Dan di bulan kedua 2011, nasib sial menimpa KIA dengan Picanto. Sebab mobil tersebut hanya terlego sebanyak 2 unit, padahal di bulan lalu sudah ada sekitar 278 unit Picanto yang terkirim. Dan Proton Savy lebih buruk lagi dengan mencatat angka penjualan nihil di Februari 2011. [R/dtc]

Petani Tembakau Tolak RPP

Kendal - Para petani tembakau, yang tergabung dalam Serikat Petani Tembakau Lereng Prau (SPTLP) Kendal menyatakan sikap menolah Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pertembakauan. RPP yang sedianya akan disahkan oleh presiden pada bulan Maret tahun ini, dianggap akan merugikan dan mematikan usaha para patani tembakau lokal. Maka untuk itu, para petani tembakau Kendal menuntut agar Pemkab Kendal bisa memberikan sikap resmi guna menolak rencana tersebut. Seperti disampaikan dalam surat tertulis yang diajukan ke Ketua DPRD serta Bupati Kendal.
Serikat Petani Tembakau berharap, RPP tersebut tidak jadi disahkan. "RPP diantaranya mengatur tentang pembatasan penggunaan tembakau di setiap daerah. Dengan dalih kesehatan, pemerintah telah menuduh rokok sebagai penyebab penyakit kanker. Jika RPP ini disahkan, akan banyak petani tembakau yang kehilangan mata pencaharian," tegas Elen Kurnialis, sekretaris Serikat Petani Tembakau Lereng Prau (SPTLP) Kendal.
Suyatno, ketua SPTLP menambahkan, pihaknya berharap Bupati maupun ketua DPRD Kendal bisa melaksanakan audiensi dengan perwakilan petani tembakau yang ada di wilayah Kendal. Harapannya, agar Pemkab bisa melindungi kepentingan petani kecil, yang terancam kehilangan mata pencaharioan jika RPP ini disahkan.
"Fasilitas pemerintah dengan usulan konversi tanaman tembakau ke tanaman lain, tidak cukup memberi jawaban atas permasalahan. Di lahan kering yang ada di wilayah bagian atas Kendal, belum ada yang bisa mengganti tanaman tembakau dan cengkeh. Baik secara ekonomis maupun produktifitasnya. Dampak ekonomi akan terasa jika RPP ini benar-benar disahkan," tegasnya. [R/CN]

Marem Khawatirkan Tragedi PLTN Jepang

Kudus - Keadaan darurat nuklir di Jepang mengingatkan pada peristiwa kecelakaan pembangkit listrik nuklir di Chernobyl, Ukraina, pada 26 April 1986. Beberapa efek kesehatan yang dialami korban radiasi nuklir, antara lain terkena kanker. Korban yang langsung terpapar radiasi terkena sindrom akut radiasi atau ARS. Biasanya bisa meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah ledakan.
Peristiwaa "kiamat" lingkungan yang terjadi di ukraina ketika reaktor Chernobyl meladak yang akhirnya mencemari lingkungan, tidak kurang kawasan seluar 1000 km2 tercemar radioaktif. Dan sampai saat ini kota Priviat di Ukraina  tersebut masih menjadi wilayah kosong tidak berpenghuni karena tingginya cemaran radioaktif. Hal itulah yang dikhawatirkan oleh aktivis lingkungan akan melanda Indonesia ketika membangun PLTN, sementara potensi besar green energy terabaikan.
"Belajar dari pengalaman yang baru saja kita saksikan bersama tentang bencana yang dapat ditimbulkan oleh kecelakaan reaktor PLTN, sudah sepatutnya Pemerintah Indonesia menimbang dengan lebih cermat dan bijaksana dalam merencanakan pembangunan PLTN di Semenanjung Muria maupun daerah lain di Indonesia," tegas Sekretaris Jendral Masyarakat Reksa Bumi (Marem), Yohannes Suparmin, melalui siaran persnya Senin (14/3) siang ini.
Marem, lanjutnya, menyarankan agar penguasa negeri ini dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki negeri ini untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri sambil mengembangkan energi baru yang berbasis pada green energy adalah solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. [R/CN]

Microsoft Kinect Alat Elektronik Terlaris di Dunia

GUINESS World Records secara resmi mengumumkan asesoris untuk Xbox, Microsoft Kinect, sebagai perangkat elektronik paling laku saat ini. Hal itu diungkapkan Gaz Deaves, Editor Guiness World Records 2011 Gamer's Edition.
"Tidak ada perangkat elektronik yang bisa terjual lebih cepat daripada perangkat ini dalam jangka waktu 60 hari sejak diluncurkannya," tutur Deaves.
Microsoft Kinect, menurut pantau Guiness World, rata-rata terjual sebanyak 133.333 unit per hari atau total sebanyak 8 juta unit dalam dua bulan. Ini berarti mengungguli penjualan Apple iPad maupun iPhone dalam 60 hari penjualannya.
Kinect sempat dinyatakan sebagai produk gagal, namun akhirnya mampu menarik minat pecinta game yang menginginkan revolusi aplikasi permainan yang sudah ada.
Melalui pendekatan futuristik, Kinect mampu menyihir peminatnya untuk bermain dan berolah raga dengan asesoris sensor gerakan interaktif ini. [R/CN]

Jalamuria Audienasi di Jakarta Tolak PLTN


Jakarta – Sejumlah tokoh intelektual, tokoh masyarakat, dan aktivis yang menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria melakukan audiensi dengan Insitusi Pemerintah dan organisasi masyarakat tingkat nasional di Jakarta, belum lama ini.
Audiensi bertujuan menjalin silaturahim dengan pejabat institusi dan organisasi masyarakat di Jakarta, menyosialisasikan aspirasi dan perkembangan gerakan masyarakat kawasan pegunungan Muria tentang PLTN, serta mencari dukungan moral dan politik atas sikap masyarakat pegunungan muria yang menolak pembangunan PLTN.
Mereka yang mengikuti audiensi adalah KH. Nuruddin Amin (PCNU Jepara), Ustadz Nasrullah Huda (LBMNU Jepara), Lilo Sunaryo PhD (Marem), Muid (LPP-NU), Imam Arifin (PMB Jepara), Muhammadun Sanomae (Suara Merdeka), Zakaria Anshory (Garda Muria), Pendeta Danang Kristiswan (GTIJ Jepara), serta Arhab  (PC PMII Jepara).
Selain itu, ada Lutfi Rahman (Sapa Nusantara), Anis Sholeh Ba’azin (Pati), Rois Nur (SPI Kudus), Karim Abdul Jabbar (Lesbumi), Luqman Hakim (Lemper), Marwan Ardiansyah (Lemper), Abdul Jalil, M.Ag (PWNU Jateng), KH. Najib Hasan (PCNU Kudus), Gus Muhammad Alamul Yaqin (Marem), Yohanes ‘Keceng’ Suparmin (Marem), Gunretno (SPI Pati), KH. Ali Masyhar (PCNU Pati), KH. Abi Jamroh (Katib Syuriah PCNU Jepara), dan Pendeta Djoko Prijatno (PGMW IV GKMNI).
Di Jakarta, intelektual, tokoh masyarakat dan para aktivis itu melakukan audiensi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sekretariat Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Komisi VII DPR RI, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dan Rumah Kebohongan Maarif Institute. [R]

Menu Iga Sapi dan Lainnya di Jalan By Pass Cepu

Mau merasakan nikmatnya sup iga sapi spesial? Datanglah di warung makan Warna-Warni 2 yang berada di Jalan Pramuka atau Jalan By Pass, Cepu. Di sana, Budi Santoso (45) dan Praptiningtyas (40), siap meracikkan menu yang sangat menggugah selera.
Kipiawaian pasangan suami-istri yang juga pemilik warung makan Warna-Warni 1 di Jalan Pemuda No 45 B Cepu, dalam meracik bumbu, tak perlu diragukan. Sup iga sapi hanya salah satu menu yang ditawarkan, karena ada juga iga bakar, dan menu lain yang akan membuat lidah ketagihan.
Cha daun kaisar, berbagai menu ikan bakar, udang bakar, mie kuah, juga asem-asem, semua disediakan. "Tamu dari ExxonMobile sering sekali dimasakkan nasi goreng sea food dan cap jay goreng spesial," kata Praptiningtyas.
Ibu satu putra ini mengatakan, banyak para pejabat dan pegawai ExxonMobile yang sering makan di warungnya, termasuk pegawainya yang berasal dari luar negeri. "Orang-orang ExxonMobile sering datang ke sini. Termasuk pegawai asal luara negeri juga sering datang," terangnya.
Karena kalau datang secara berombongan, biasanya mereka kontak dulu, sehingga tidak perlu menunggu lama. "Kalau partai besar bisa booking terlebih dahulu, paling tidak, dua jam sebelum datang, agar kami bisa segera mempersiapkan masakan yang diinginkan," tutur Praptiningtyas yang disambut anggukan Budi Santoso, suaminya.

Semua Kalangan
Meski banyak tamu (pengunjung warung-Red) dari ExxonMobile, tetapi itu bukan berarti harga yang ditawarkan oleh warung makan di tengah sawah dengan pagar samping berupa bambu panda, ini hanya untuk kalangan orang berduit saja.
"Kami tidak cuma melayani pembeli dari kalangan atas saja, tetapi juga menengah ke bawah. Mengenai tempat, kami sengaja mendirikan warung ini di tengah sawah, karena akan memberikan suasana lain bagi pelanggan," terang Budi Santoso.
Buka dari pukul 08.00 - 20.00, dengan menu yang selalu baru. "Kami selalu menyediakan menu baru. Makanan fresh semua. Ini komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima kepada semua pelanggan yang datang."
Berdiri pada Oktober 2007, kini warung makan milik orang tua Riko Santoso (18), ini dibantu dua orang pegawai dalam pengelolaannya. Ide pendirian warung makan ini, diinspirasi setelah gagal berulangkali dalam usaha, terutama di bidang perkayuan.
"Setelah gagal usaha di bidang kayu, kami tetap berpegang pada prinsip bahwa orang harus bertahan dulu dalam hidup, sembari bepikir untuk maju. Lambat laun, akhirnya terpikirlah untuk mendirikan warung makan ini," kata Budi Santoso. (Rosidi)