Pengunjung

Kamis, 17 Maret 2011

Hutan Kota Randublatung Didorong Jadi Tempat Wisata

Blora - Bupati Djoko Nugroho mendorong pemangku Hutan Kota Randublatung supaya mengembangkan tempat tersebut sebagai tempat wisata. Bupati yakin, jika bisa segera terealisasi, hutan kita itu akan menarik masyarakat sekitar dan memberi kontribusi pada peningkatan ekonomi masyarkat.
"Hutan kota ini sangat layak menjadi tempat wisata. Tempatnya bagus dan luas," katanya saat ditemui CyberNews usai memimpin apel dalam rangka hari bakti rimbawan di hutan kota Randublatung.
Menurut orang nomor satu di Kota Satai ini, memang butuh penambahan fasilitas untuk pengembangan hutan kota Randublatung itu sebagai aset wisata seperti waterboom. "Tempat ini tidak kalah dengan Padhangan (Bojonegoro) dan Mantingan (Rembang). Nanti kita usahakan bantuan untuk pembangunan waterboom. Selain itu, juga bisa digunakan untuk outbond."
Administratur (Adm) KPH Randublatung Tri Setya Pratama ketika dikonfirmasi mengemukakan, ke depan memang hutan kota Randublatung tersebut diproyeksikan untuk pariwisata. "Ke depan memang agendanya untuk jadi tempat wisata," ungkapnya.
Dia menjelaskan, hutan kota Randublatung memiliki lahan yang cukup luas, yaitu 32,4 hektare. Hutan kota tersebut dibangun pada 2003 setelah beberapa tahun menjadi lahan gundul akibat penjarahan huta pada masa reformasi.
Hutan kota Randublatung itu, menurutnya, memang sangat prospektif dikembangkan sebagai tempat wisata. Jumlah tanamannya kurang lebih 1.359 yang terdiri atas 37 spesies. "Tapi kami baru mencari rekanan yang bisa kami ajak kerjasama untuk mengembangkan sebagai tempat wisata," ujarnya. [R]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar